PEMETAAN TINGKAT DISTORSI HARMONIK PADA GEDUNG KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI PADANG

Zulkarnaini Zulkarnaini, Andres Andres

Sari


Harmonik menyebabkan bentuk gelombang arus tidak Sinusoidal murni sebab sudah terdistorsi. Pada umumnya peralatan elektronik merupakan beban nonlinear seperti komputer, printer, scanner, inverter, konverter, dan lain sebagainnya. Beban non-linier adalah beban dimana hubungan antara arus dan tegangannya tidak linier. Keberadaan beban non-linier pada sistem tenaga listrik akan menimbulkan gangguan harmonisa.

Tingkat harmonisa yang melewati standar dapat menyebabkan terjadinya peningkatan panas pada peralatan. Bahkan pada kondisi terburuk dapat terjadi gangguan bahkan kerusakan permanen pada beberapa peralatan elektronik yang sen sitif termasuk komputer. Selain itu juga dapat menyebabkan berkurangnya umur peralatan.

Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran kandungan harmonisa tegangan dan arus listrik di gedung kampus ITP . Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Power Quality Analyzer Fluke 434. Hasil pengukuran selanjutnya akan dibandingkan dengan standar yang ada (dalam hal ini standar IEEE), sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik di gedung kampus ITP .

Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan harmonisa tegangan (%THDv) di Gedung kampus ITP berada pada rentang 1,9% – 3,4% sedangkan kandungan harmonisa arus (%THDi) adalah 7,2%-350,6% .

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


DOAJ logo

Ciptaan disebarluaskan di bawah  Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.