Studi Analisa Pengaruh Temperatur Dan Tekanan Udara Terhadap Rugi Daya Korona SUTT 150 kV

Arfita Yuana Dewi, Asnal Effendi, Yogi Saputra

Sari


Sistem kelistrikan antar pusat-pusat pembangkit dan pusat-pusat beban pada umumnya terpisah dalam ratusan bahkan ribuan kilometer. Untuk itu di butuhkan saluran transmisi. Saluran transmisi mengunakan tegangan tinggi dengan tujuan untuk memperkecil kerugian kerugian yang terjadi, baik rugi-rugi energi maupun penurunan tegangan, tetapi dengan mempertinggi tengangan akan menimbulkan permasalahan baru yaitu korona. Korona pada saluran transmisi dapat menyebabkan beberapa gangguan yaitu rugi-rugi daya, kerusakan bahan isolasi, noise dan interferensi radio. Rugi-rugi korona dipengaruhi oleh luas penampang kawat, jarak antar kawat, keadaan permukaan kawat dan pengaruh temperature atau cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh temperature dan tekanan udara terhadap rugi rugi daya yang diakibatkan oleh korona pada SUTT 150 kV pada GI Maninjau – GI Lubuk Alung. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan didapatkan rugi-rugi daya terbesar terjadi pada saat suhu rata-rata yaitu berkisar 260-285 kW perbulan, pada suhu maksimum rugi-rugi daya yang terjadi bekisar antara 215-232 kW. Sedangkan pada suhu minimum rugi-rugi yang diakibatkan korona tidak terlalu besar yaitu 50-61 kW perbulan. Pengaruh temperature terhadap korona adalah pada temperature atau suhu 31,4 0C dengan rugi daya korona sebesar 216,294 kW, jadi semakin besar temperature maka korona dihasilkan semakin kecil. Begitupun sebaliknya, pada temperature 30,3 0C dengan rugi daya korona sebesar 231,9239 kW, jadi semakin kecil temperature maka korona semakin besar. sedangkan pengaruh tekanan udara terhadap rugi-rugi korona adalah pada tekanan udara 75,86 cmHg dengan rugi daya korona 51,6620 kW, jadi semakin besar tekanan udara  maka korona semakin kecil begitupun sebaliknya pada tekanan udara 75,74 cmHg dengan rugi daya korona 60,5765 kW, jadi semakin kecil tekanan udara maka korona semakin besar.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amalia Saraswati, dkk, 2012. “tentang perhitungan korona, audible noise dan radio interference pada SUTET 500 kV dengan variasi jarak antar kawat fasa dan jarak antar sisrkit”

Ansya, Ahmad Sulzer, 2014, Pengaruh cuaca terhadap rugi-rugi daya akibat korona pada SUTT 150 kV. Padang. ITP

Arismunandar, A.,1994. Teknik Tegangan Tinggi, Jakarta: Pradnya Paramita.

Gonen,Turan., 2014. Third edition Electrical Power Transmission System Engineering analysis and design.6000 Broken Sound Parkway NW, Suite 300 Boca Raton FL: CRC Press Taylor and Francis Group.

Govan Saputra, 2015, studi pengaruh jarak kawat terhadap losess akibat korona pada SUTT 150kV. Padang. ITP

Melina Suastra, 2010 .Analisa Pengaruh Penampang Kawat Terhadap Rugi-Rugi Korona Pada SUTT 150 KV. Padang. ITP

Novi Kurniasih dan Dewi Purnama Sari, 2014, “Analisis Pengaruh Akibat Korona Terhadap Rugi-rugi daya Daya Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV”, Jurnal Transmisi, Vol. 3, No.1, hal. 54-65.

Kadir, Abdul, 1998. Transmisi Tenaga Listrik. Jakarta: Universitas Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.21063%2FJTE.2020.3133909

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 

Ciptaan disebarluaskan di bawah  Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.