ANALISIS BREAK WATER PADA PELABUHAN TELUK BAYUR DENGAN MENGGUNAKAN BATU ALAM, TETRAPOD, DAN A-JACK

Ahmad Refi

Abstract


Setelah kejadian gempa pada September 2009, propinsi Padang Sumatera Barat terus berbenah memperbaiki sarana dan prasarana daerahnya, diantaranya fasilitas Pelabuhan. Sebagai propinsi yang maju serta berkembang dengan potensi sumber daya alam yang berlimpah baik dalam bentuk curah cair (Curde Palm Oil, CPO) maupun curah kering (Batu Bara, Biji Besi, Semen dll), PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) selaku Badan Usaha Negara (BUMN) yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mengolah serta mengembangkan fasilitas Pelabuhan secara maksimal. Terdapat banyak fasilitas yang sedang atau akan dibangun di Pelabuhan tersebut salah satunya akan dibangun breakwater untuk menahan/meredam gelombang serta meminimalisir sendimentasi yang akan masuk ke kolam pelabuhan.

Kajian ini membahas tentang breakwater di Pelabuhan Teluk Bayur dengan bentuk breakwater sisi miring (breakwater rubblemound). Dalam Kajian ini, digunakan tiga macam armor pada lapisan armornya, yaitu batu, tetrapod, dan A-Jack. Hasilnya menunjukkan bahwa armor batu memiliki berat yang paling besar daripada armor tetrapod dan A-Jack. Selain itu desain breakwater dengan menggunakan lapisan armor batu memiliki elevasi puncak breakwater yang paling besar dibandingkan dengan breakwater yang menggunakan lapisan armor tetrapod atau A-Jack. Tinggi run up pada batu yang lebih besar akan menjadikan elevasi puncak dari breakwater dengan armor batu lebih besar dari kedua jenis armor lainnya.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View Jurnal Momentum Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.