PENGARUH CAMPURAN KAPUR DENGAN TANAH LIAT SEBAGAI BAHAN UNTUK PEMBUATAN BATU BATA TANPA DIBAKAR

Herix Sonata MS

Abstract


Penelitian ini berawal dari banyaknya permintaan kebutuhan akan batu bata pada rehabilitas dan rekontruksi rumah pasca gempa 30 september 2009 tidak sebanding dengan jumlah produksi batu bata. Hal ini dikarenakan pembuatan batu bata selama ini melalui proses pembakaran yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Di lain sisi beberapa daerah di Sumatera Barat sangat potensial akan bahan bangunan seperti kapur tetapi selama ini hal tersebut kurang disadari. Dengan adanya gejala tersebut pencampuran kapur dengan tanah liat dapat dijadikan sebagai salah satu alternative dalam pembuatan batu bata, yang mana pembuatan batu bata ini tanpa melalui proses pembakaran sehingga jumlah produksi dan waktu pencetakan dapat dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besarnya pengaruh campuran kapur padam pada batu bata dan mencari persentase campuran kapur yang lebih baik. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Bahan penelitian ini adalah semua bahan tanah liat yang ada pada Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang yang dicampur kapur dengan berbagai variasi komposisi campuran dan air secukupnya. Tanah liat yang digunakan adalah tanah liat yang digunakanberasal dari Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang. Untuk data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang langsung dari objek peneliti dengan cara membuat dan melakukan pengujian terhadap benda uji. Dari hasil penelitian ini bahwa nilai kuat tekan rata-rata benda uji batu bata tanpa campuran kapur ( benda uji control ) mencapai 18,61 kg/cm², sementara benda uji batu bata ( campuran kapur ) kuat tekan rata-rata tertingginya adalah 27,61 kg/cm² pada campuran kapur 10% hasil kuat tekan dengan menggunakan kapur masih berada di bawah nilai kuat tekan standar yang disyaratkan dalam Persyaratan Umum Standar Nasional Indonesia (SNI 15-0686-1086) yaitu kuat tekan minimal kg/cm², tetapi hasil kuat tekan rata-rata benda uji batu bata dengan komposisi 10% kapur lebih tinggi dari benda uji dengan campuran kapur 20%, 30%, 40%, 50%.

 

Kata kunci : kuat tekan, batu bata, kapur, tanpa pembakaran


Full Text:

PDF

References


Bakri, dkk. Absorbsi Air Komposit Semen Sekam Padi dengan Abu Kapur pada Pembuatan Batu Bata. 2009. Laboratorium Pemanfaatan Hasil Hutan Fakultas kehutanan Universitas Hasan

Bhakti Prabowo (1977 : 73), Batu bata dibuat dari tanah lempung yang berasal dari pelapukan banyak mengandung fledspar

BPPT. Bali. 2009. Batu bata Geopolimer, Bahan pengkajian dan penerapan Teknologi Bali

DEP . PU. 1982. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI)

Herina Silvia. 2005. Kajian Pemanfaatan kapur Untuk Stabilisasi Tanah Dalam Sistem Pondasi di Tanah Ekspansif. Bandung. Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman

Isnandar, dkk. 1994. Kajian Kuat Tekan Batu Bata Cetak Pasir Kapur di Daerah Malang, Jurnal Penelitian Kependidikan, Vol. 4 No. 1

Iskandar G. Rani (1 995), Pemeliharaan Bahan Bangunan. FPTK IKlP Padang.

Priyosetyoko, Pemanfaatan Silika (SiO2) dalam Zat Kapur Sebagai Bahan Baku Pembuatan Batubata tanpa Pembakaran, 2011, diakses tgl 15 Maret 2014

Sutopo Edi Widjojo, 1977:73, Ilmu Bahan Bangunan. Jakarta Pusat : PT Intisari

Sudarsana I Ketut, Made Budiwati Ida Ayu dan Angga Wijaya Yohanes.2011. Karakteristik Batu Bata Tanpa Pembakaran Terbuat Dari Abu Sekam Padi Dan zat kapur. Denpasar : Jurnal ilmiah Teknik Sipil.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View Jurnal Momentum Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.