Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal

Mulyati Mulyati, Aprino Maramis

Abstract


Beton merupakan material yang terdiri dari beberapa campuran aggregat kasat, aggregat halus, semen dan air membentuk satu kesatuan menjadi beton melalui proses pengecoran. Semen yang berfungsi sebagai bahan perekat dari susunan beton memerlukan air, guna berlangsungnya reaksi kimiawi pada proses hidrasi. Nilai banding berat air dan semen untuk suatu adukan beton dinamakan faktor air semen (f.a.s). Agar terjadi proses hidrasi yang sempurna dalam adukan beton, pada umumnya digunakan nilai f.a.s 0,4 – 0,6 (PBI 71), tergantung pada mutu beton yang hendak dicapai. Jumlah kandungan semen mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Pada penelitian ini dalam campuran beton memakai jumlah semen yang bervariasi, yaitu 310, 330 dan 350 dengan nilai f.a.s yang sama. Setiap variasi dibuat 5 buah benda uji masing-masing untuk umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Cetakan yang digunakan silinder dari baja dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm.Berdasarkan hasil pengujian dan analisis diperoleh bahwa semakin besar jumlah variasi semen, maka semakin tinggi nilai kuat tekannya. Nilai kuat tekan cendrung meningkat sesuai dengan pertambahan umur beton. Pada umur 28 hari dengan kadar semen 350 mengalami peningkatan nilai kuat tekan sebesar 1,57% terhadap kadar semen 330. Sedangkan jumlah kadar semen 310 mengalami penurunan penurunan sebesar 2,9% terhadap kadar semen 330.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View Jurnal Momentum Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.