Analisis Faktor Risiko Pembangunan Gedung Non Perumahan Terhadap Kualitas Proyek Konstruksi Di Kota Padang Sumatera Barat

Idzurnida Ismael

Abstract


Fakta menunjukkan dampak gempa pada tanggal 30 September 2009, di Kota Padang mengkibatkan
kerugian yang sangat besar akibat keruntuhan bangunan, keruntuhan bangunan terlihat tidak hanya pada bangunan yang telah lama tetapi tidak luput juga menimpa pada bangunan baru.
Didalam proses pembangunan gedung mulai dari konsep, studi kelayakan, perencanaan desain, pengurusan IMB, dilanjutkan dengan proses tender, penunjukan dan pelaksanaan konstruksi. Problematika timbul jika pembangunan konstruksi gedung dengan maksud menekan biaya sehingga tidak melibatkan Perencana dan tidak sesuai IMB. Ada IMB tapi masih diterjemahkan sama dengan iuran. Apabila pembangunan melalui proses tender,dalam mengajukan harga penawaran untuk mendapatkan proyek, kontraktor membuat penawaran dibawah estimate yang telah ditetapkan. Agar tidak mengalami kerugian, kontraktor mengadakan pengurangan alokasi biaya pelaksanaan dilapangan. Dari uraian-uraian diatas sangat berdampak pada rendahnya kualitas pelaksanaan proyek konstruksi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survey. Penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif, sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan berapa besar pengaruh terhadap faktor-faktor risiko pembangunan gedung non perumahan yang mempengaruhi kualitas proyek konstruksi. Hasil penelitian ini mengidentifikasi risiko yang paling dominan adalah Melakukan perubahan spesifikasi (Change orders) dan Mutu material tidak sesuai dengan spesifikasi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View Jurnal Momentum Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.