PEMANFAATAN EKSTRAK ANTOSIANIN KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus Sabdariffa) SEBAGAI SENSITIZER DALAM PEMBUATAN DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC)

rafika andari

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) menggunakan sensitizer antosianin dari ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa), mengetahui pengaruh konsentrasi larutan elektrolit dan lama perendaman sel dalam ekstrak dye terhadap efisiensi yang dihasilkan sel surya, dan mengetahui besar arus listrik yang dihasilkan DSSC dari sumber cahaya matahari langsung dan cahaya lampu halogen 150 watt. Alur penelitian meliputi pembuatan pasta TiO2, preparasi larutan Dye dari kelopak bunga rosella, preparasi larutan elektrolit, preparasi counter-elektroda karbon, fabrikasi DSSC, dan pengujian serta karakterisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSSC dapat dibuat dengan menggunakan kombinasi bahan anorganik TiO2dengan bahan organik dye dari ekstraksi bunga rosella. Efisiensi tertinggi didapatkan pada lama perendaman 30 menit. Pada sumber cahaya matahari nilai efisiensi tertinggi (0,52%) didapat pada konsentrasi elektrolit 0,5 M. Sedangkan pada sumber cahaya lampu halogen 150 watt nilai efisiensi tertinggi (0,49%) didapat pada konsentrasi elektrolit 0,3 M. DSSC yang dibuat telah berhasil mengkonversi energi surya menjadi energi listrik dengan sumber cahaya matahari dan cahaya lampu halogen 150 watt dengan arus maksimum masing-masing sebesar 0,28 mA dan 0,09 mA. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa karakteristik penentu performansi sel surya diantaranya struktur, jenis dye (karakteristik absorpsi cahaya), konsentrasi larutan elektrolit dan sumber cahaya yang digunakan.

 

Kata kunci: antosianin, Dye-Sensitized Solar Cell, Hibiscus sabdariffa


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Andari, R., Aziz, H., Dahlan, D., 2011, Sintesis dan Karakterisasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan Sensitizer Antosianin dari Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa, Universitas Andalas, Padang.

Anggraini, L, 2009, Pembuatan Dye Sensitized Solar-Cell Dengan Memanfaatkan Sensitizer Ekstrak Kol Merah, Jurusan kimia, Universitas Diponegoro, Semarang.

Artono, M.,2013, Fabrikasi Dye sensitized Solar Cell Menggunakan Natural Dye sebagai Alternatif Dye Ruthenium, Program Studi Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri ITB, Bandung.

Ariyanto, T., 2013, Analisis Efisiensi Dye sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan Kulit Buah Naga Merah dan Kulit Buah Naga Merah, Program Studi Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri ITB, Bandung.

Grätzel, M, 2003, Dye-Sensitised Solar Cells, Journal of Photochemistry and Photobiology, Vol.4, 145-153.

Liman, V., 2017, Investigasi Kinerja DSSC (Dye-sensitized Solar Cell) Tersensitasi Ekstrak Bluberi dan Kranberi sebagai Sumber Pemeka Antosianin, Departemen Kimia FMIPA, ITB, Bandung.

Maddu, A., 2007, Penggunaan Ekstrak Antosianin Kol Merah Sebagai Fotosentizer Pada Sel Surya TiO2 Nanokristal Tersentisasi Dye, Departemen Fisika FMIPA, Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Mardiah, 2010, Ekstraksi Kelopak Bunga dan Batang Ekstraksi Kelopak Bunga dan Batang Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) sebagai Pewarna Merah Alami, Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi Universitas Djuanda, Bogor.

Quan, Vo Anh, 2006, Degradation of the solar cell dye sensitizer N719 Preliminary building of dye-sensitized solar cell, Tesis Master, Roskilde university, Denmark.

Sastrawan, R, 2006, Photovoltaic Modules of Dye Solar Cells, Disertasi University of Freiburg.

Smestad, G.P. et al, Journal Chemistry Education, 75 (6) (1998) 1.

Septina, W, 2007, Pembuatan Prototipe Solar Cell Murah dengan Bahan Organik-Inorganik (Dye-sensitized Solar Cell), Laporan Penelitian Bidang Energi, Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Wongcharee, K.,et al, 2006, Dye-Sensitized Solar Cell Using Natural Dyes Extracted From Rosella and Blue Pea Flowers, Department of Chemical Engineering, Mahanakorn University of Technology, Nong Chok, Bangkok 10530, Thailand.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.