Analisis Penjadwalan Unit-Unit Pembangkit Listrik Dengan Menggunakan Metode Unit Decommitment (PT.PLN Wilayah Riau)

Zulfatri Aini

Abstract


Besarnya kebutuhan energi listrik oleh masyarakat di wilayah Riau sehingga PT. PLN Persero Sektor Pembangkitan sebagai perusahaan listrik nasional dituntut untuk selalu menjaga ketersediaan, kesinambungan, kuantitas dan kualitas energi listrik yang baik serta harga yang terjangkau. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik tersebut, PT. PLN Persero Sektor Pembangkitan akan membuat rencana operasi sistem tenaga listrik jangka pendek yaitu penjadwalan operasi unit-unit pembangkit listrik dengan tujuan menekan biaya bahan bakar seminimal mungkin. Dimana dalam sistem pengoperasian tenaga listrik, biaya bahan bakar merupakan biaya yang paling besar yaitu 60% dari biaya operasi keseluruhan.
Penjadwalan operasi unit-unit pembangkit merupakan penentuan kombinasi unit-unit pembangkit yang hidup dan mati untuk memenuhi kebutuhan beban sistem pada suatu periode tertentu. Metode Unit Decommitment digunakan untuk menyelesaikan masalah penjadwalan operasi unit-unit pembangkit listrik, dimana pada kondisi awal semua pembangkit dianggap beroperasi pada tiap jamnya sehingga sistem memiliki supply yang berlebih akibatnya hasil operasi sistem tidak ekonomis oleh sebab itu beberapa unit harus dipertimbangkan untuk dimatikan pada periode tertentu.
Berdasarkan perhitungan dan hasil analisis penjadwalan operasi pada hari senin 12 Desember 2011 diperoleh penghematan total biaya operasi bila dibandingkan dengan penjadwalan pada PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Pekanbaru yaitu sebesar Rp. 1.112.722.573,3297 (32,8%). Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa penjadwalan operasi unit-unit pembangkit listrik dengan metode Unit Decommitment dapat memberikan penjadwalan yang efisien dan efektif dalam menekan biaya operasi pembangkit listrik.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View Jurnal Momentum Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.