PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN PAVING BLOCK

Mulyati Mulyati, Saryeni Maliar

Sari


Paving block (bata beton) merupakan bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen portland atau bahan perekat
hidrolis sejenisnya, air, dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya (SNI 03– 0691–1996). Penggunaan
fly ash sebagai pengganti agregat dibuat dengan komposisi 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% untuk campuran bahan paving block. Paving block dibuat berbentuk segi empat dan dilakukan pengujian pada umur 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Hasil penelitian diperoleh bahwa kuat tekan paving block semakin tinggi sesuai dengan
pertambahan umur dari paving block, penggunaan fly ash 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% mempunyai kuat tekan yang
lebih tinggi dari paving block standar. Nilai kuat tekan paving block pada umur 28 hari untuk paving block standar
sebesar 220,67 kg/cm2
, penggunaan 10% sebesar 255,51 kg/cm2
, penggunaan 20% sebesar 328,28 kg/cm2
,
penggunaan 30% sebesar 335,82 kg/cm2
, penggunaan 40% sebesar 279,02 kg/cm2
, dan penggunaan 50% sebesar
262,82 kg/cm2
. Kondisi yang optimum terdapat pada penggunaan 30% dengan kuat tekan paling tinggi. Untuk
mencapai K300 hanya bisa digunakan fly ash sebesar 20% - 30% sebagai pengganti agregat. Paving block yang
diperoleh dari hasil penelitian dapat dikategorikan paving block mutu B yang dapat digunakan untuk parkiran mobil,
dan pejalan kaki.

Teks Lengkap:

PDF (English)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.