APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ESTIMASI SEBARAN DAERAH POTENSI RESAPAN AIR KOTA PADANG

Dwi Marsiska Driptufany, Quinoza Guvil, Syahri Ramadhan

Abstract


Peningkatan pembangunan Kota Padang akan berbanding terbalik dengan berkurangnya daerah resapan air dan menjadi daerah yang kedap air yang membuat air hujan tergenang di permukaan dan terjadi banjir. Perkembangan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis telah memungkinkan mengkaji pola spasial potensi daerah resapan air dalam cakupan yang luas, termasuk pemetaan potensi daerah resapan air Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sebaran kawasan resapan air di Kota Padang berdasarkan data parameter-parameter spasial seperti data curah hujan, kemiringan lereng, peta jenis tanah, dan penggunaan lahan yang diperoleh dari data citra landsat 8 OLI/TIRS. Penelitian ini menggunakan metode skoring dan tumpang susun atau overlay menggunakan Sistem Informasi Geografis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kawasan resapan air dengan luasan terbesar di daerah penelitian yaitu seluas 69,79% dari luas wilayah daerah penelitian terdapat pada kondisi resapan baik tersebar di wilayah timur Kota Padang yang merupakan wilayah pegunungan yang mempunyai ketinggian bervariasi dan sangat curam dengan ketinggian >1000 mdpl dan didominasi oleh hutan lebat.  Namun, sebagian besar kawasan resapan air di bagian timur Kota Padang telah kritis, disebabkan penggunaan lahan yang telah mengalami alih fungsi. Daerah potensi resapan air dapat diketahui luasan dan sebarannya dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis yang memungkinkan mengkaji pola spasial potensi daerah resapan air dalam cakupan yang luas dengan parameter-parameter spasial.

 

Kata-kata kunci : resapan air,sistem informasi geografis,penginderaan jauh, spasial


Full Text:

PDF

References


Hendirana, Ika 2013. Sistem Informasi Geografis Penentuan Wilayah Rawan Bnajir di Kabupaten Buleleng. KARMAPATI vol 2 no 5. Bali : Universitas Pendidikan Ganesha

Matondang, J.P,. 2013. Analisis Kawasan Zonasi Daerah Rawan Banjir Dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis. Universitas Diponegoro. Semarang

Mentayani, I., Hadinata, I. Y., & Prayitno, B. 2013. Karakteristik dan formasi keruangan kota-kota berbasis perairan di Indonesia. Lanting Journal of Achitecture, 2(2), 71–82. Retrieved from http://ejournal.unlam.ac.id/index. php/lanting/article/viewFile/714/668

Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No: P.32/Menhut-II/2009 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS)

Sutanto. 1994. Penginderaan Jauh Dasar jilid 2. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

Tso B., Mather PM. 2009. Classification Methods for Remotely Sensed Data. Second edition. New York (USA): CRC Press

Wahyuni, dkk. 2017. Identifikasi Daerah Resapan Air di Sub Daerah Aliran Sungai Malino Hulu Daerah Aliran Sungai Jeneberang Kabupaten Gowa. Jurnal Hutan dan Masyarakat, Vol. 9 (2): 93-104, ISSN: 1907-5316. ISSN ONLINE: 2613-9979. DOI: http://dx.doi.org/10.24259/jhm.v9i2.2891

Wibowo, Mardi 2006. Model Penentuan Kawasan Resapan Air Untuk Perencanaan Tata Ruang Berwawasan Lingkungan, Jakarta:Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View Jurnal Momentum Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.