PENGARUH PENGGUNAAN BRESING CROSS DAN INVERTED V TERHADAP PENULANGAN KOLOM BANGUNAN GEDUNG BETON BERTULANG

Fajar Nugroho

Sari


Penggunaan bresing sebagai pengaku tambahan  pada sebuah portal beton bertulang masih jarang diaplikasikan di daerah rawan gempa, karena portal terbuka dianggap sudah cukup memiliki kekakuan dalam menahan gaya lateral yang disebabkan gempa. Pada kenyataanya bresing terbukti meningkatkan kekakuan portal. Dari segi biaya, portal dengan tambahan bresing dinilai akan lebih efisien dibandingkan portal dengan tambahan dinding geser yang merupakan dinding struktural penuh beton bertulang yang akan meningkatkan biaya struktur. Dalam penelitian ini akan dianalisa perbandingan pengaruh penggunaan bresing terhadap penulangan kolom. Lalu akan dibandingkan nilai perpindahan (displacement), dan gaya-gaya dalam dari  pemodelan bresing dan dinding geser tersebut. Perbandingan hasil nilai displacement arah x dan y menunjukkan bahwa portal dengan bresing cross dan portal dengan bresing inverted V memiliki nilai perilaku yang baik dalam mengurangi displacement akibat beban yang bekerja. Sesuai dengan fungsi dan keunggulannya bresing cross merupakan jenis konfigurasi bresing yang baik dalam mengurangi displacement, sedangkan bresing inverted V lebih baik dalam menahan tarik dan tekan. Rasio kebutuhan tulangan kolom yang memikul beban aksial terbesar pada lantai 1 pada struktur portal dengan bresing lebih kecil yaitu ρ = 0,0211 = 2,11 % dengan penampang yang sama besar portal dengan dinding geser pada kondisi eksisting mempuyai rasio tulangan ρ = 0,0273 = 2,73 %. Perubahan luas penampang kolom juga dilakukan untuk melihat efektifitas luas penampang, dengan dimensi kolom yang lebih kecil yaitu 500 x 500 dan jumlah tulangan yang sama dengan penampang 600 x 600 rasio tulangan ρ = 0,0304 = 3,04 %.

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Andrini, J.R., Sunaryati, J., Thamrin, R. 2016. Analisis Kinerja Struktur Beton Bertulang Dengan Variasi Penempatan Bracing Inverted V. Jurnal Rekayasa Sipil, 12 (2): 32-39.

Aryandi, D., Herbudiman, B. 2017. Pengaruh Bentuk Bracing terhadap Kinerja Seismik Struktur Beton Bertulang. Reka Racana Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, 3 (1): 1-11.

Badan Standarisasi Nasional. 2013. Beban Minimum Untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain SNI 1727:2013. Jakarta: Standar Nasional Indonesia.

Badan Standarisasi Nasional. 2013. Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2013. Jakarta: Standar Nasional Indonesia.

Badan Standarisasi Nasional. 2012. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung SNI 1726:2012. Jakarta: Standar Nasional Indonesia.

Jimmy S, Juwana. (2005). Panduan Sistim Bangunan Tinggi Untuk Arsitek dan Pratisi Bangunan Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Nugroho, F. 2018. Respon Dinamis Struktur Pada Portal Terbuka, Portal dengan Bresing “V” dan Portal dengan Bresing Diagonal. Jurnal Momentum, 20 (1): 9-16.

Schodek, Daniel L. (1999). Struktur Edisi 2. Jakarta: Erlangga.

Tim Revisi Peta Gempa Indonesia. 2010. Peta Hazard Gempa Indonesia 2010 Sebagai Acuan Dasar Perencanaan dan Perancangan Infrastruktur Tahan Gempa. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.