STUDI PERHITUNGAN PENGARUH INTENSITAS MEDAN LISTRIK KABEL 150 kV YANG BERADA DALAM TEROWONGAN TERHADAP MANUSIA

Sepannur Bandri

Abstract


Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh besarnya intensitas medan listrik
terhadap manusia. Pertimbangan IRPA/INIRC dalam penentuan ambang batas intensitas medan
listrik adalah didasarkan atas adanya kemungkinan efek langsung dari arus induksi pada tubuh akibat
intensitas medan listrik tersebut. Batas arus induksi diambil sedikit lebih besar ataupun sama dengan
arus yang terjadi secara normal didalam tubuh, yaitu dinyatakan dalam harga kerapatan arus (x
mA/m²). Pengaruh medan listrik terhadap manusia juga tergantung dari jarak dan besar kuat medan
listrik itu sendiri dan berapa lama seseorang berada dalam jangkauan medan listrik. Dalam hal penentuan batas exposure pada tubuh apabila nilai rapat arusnya telah lebih dari 10 mA/m2 akan menimbulkan efek-efek yang dapat merusak sistem syaraf tubuh dan stimulasi jaringan sel-sel tubuh manusia bahkan menimbulkan vibrasi pada jantung. Dilihat dari populasi lingkungan kerja (PLTA Singkarak), exposure dibatasi hanya sepanjang jam kerja dalam jangka waktu satu shift per 24 jam.
Exposure medan listrik terus menerus sepanjang hari kerja dilingkungan itu sebaiknya dibatasi
sampai 10 kV/m. Apabila lebih 10 kV/m atau nilai intensitas medan listriknya mencapai hingga 20
kV/m sampai 30 kV/m sebaiknya pekerja menghindari pengaruh medan listrik dengan cara
mempersingkat waktu pekerja tersebut pada saat melakukan perawatan (maintenance) dalam
jangkauan kuat intensitas medan listrik tersebut.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View Jurnal Momentum Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.